Senin, 20 Februari 2017

3 Days To Live



Hari pertama : Hari kemarin
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kebgembiraan yang kita rasa kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;  Lepaskan saja,…..
Hari ke tiga :  yang tersisa kini hanyalah hari ini
Pintu masa lalu telah tertutup, pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri kita untuk hari ini.kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila kita mampu memafafkan hari kemarin dan lepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada kita.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,
Karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa kita menunjukan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kita sendiri.

Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu binggung, lakukan yang terbaik hari ini dan lakukan sekarang juga

Minggu, 19 Februari 2017

Sang Pemancing



Di suatu pulau yang terkenal keindahan pantainya, diadakan kompetisi memancing. Hadiah uang yang di perebutkan cukup menarik penduduk sekitar dan para wisatawan yang ada disana. Hadiah itu peruntukkan bagi peserta yang dapat menangkap ikan yang tersebar dan terbanyak sepanjang kompetisi itu berlangsung.
Adalah 3 Pemuda yang bersahabat dan sedang berwisata disana berminat mengikuti kompetisi. Segeralah mereka menyiapkan peralatan dan perbekalanya masing masing.
Waktu berkompetensi tiba, ketiga pemuda itu memilih untuk berada dalam satu kapal karena persahabatan mereka. Pemuda pertama memilih berada disisi kanan kapal, pemuda kedua disisi kiri dan pemuda ketiga di buritan. Kapal di nakhodai oleh penduduk setempat yang mengetahui daerah daerah  yang banyak ikanya. Oleh nakhoda tersebut kapal di arahkan pada rute rute yang menarik pemandangan alamnya.
Pemuda pertama begitu serius memancing hingga tak menyadari kapal baru saja melewati palung dan gunung laut yang indah, ikan ikan terbang dan lumba lumba yang berlompatan. Waktu terasa begitu lama sebelum strike pertama ia dapatkan. Strike berikutnya saling susul menyusul dan pada akhirnya banyak ikan yang ia dapatkan meski bukan yang terbesar.
Pemuda yang kedua sibuk mencari posisi duduk yang teraman karena tiap kapal terguncang oleh ombak yang besar maka airpun membasahi bajunya. Hingga di tengah perjalanan akhirnya dia pun mendapatkan tempat teraman di belakang nakhoda namun umpan pancingnya hanya sekali disambar oleh ikan hingga waktu kompetensi berakhir.
Pemuda ketiga juga memasang pancingnya di buritan kapal. Namun saat kapal melewati palung dan gunung laut maka ia segera berfoto bersama beberapa kru kapal, begitu pula ketika lumba lumba berlompatan di dekat kapal ia pun segera mendekati sisi kapal yang terdekat, hingga bajunya basah namun tidak ia hiraukan karena tenggelam dalam rasa kagum. Kadang umpan pancingnya disambar meski tak semua dapat di selesaikanya dengan baik. Pada akhir kompetensi ia mendapatkan beberapa ikan yang kemudian dibagi bagikan pada kru kapal seusai penimbangan.
Ketiga pemuda yang bersahabat akhirnya menyelesaikan kompetisi memancing. Pemuda pertama memenangkan kompetensi kategori pemancing yang mendapatkan ikan paling banyak dan merekapun kembali kerumahnya masing masing dengan membawa cerita dan kesan yang berbeda beda.
Hidup seperti ketiga pemancing itu, kadang kita memainkan hidup kita seperti pemancing pertama, kedua ataupun ketiga. Kitalah yang memilih hidup kita ingin seperti apa dan bagaimana. Namun apakah kita sudah bahagia? Bahagia seperti apa? Hanya hati dan kesadaran diri untuk memahami panggilanNya yang dapat menjawabnya.



MENATAP CAHAYA KEBENARAN



Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu yang tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.
“Anakku” ucap sang ayah tiba tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau yahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.
“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kananya meraih batang pohon di dekatnya.
“ Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpanan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.
“Bagus,” jawab spontan sang ayah.” Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.
“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus kea rah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatapnya cahaya,” jelas sang ayah.
“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba tiba tangan kananya meraih punggung puteranya.” Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apapun, tetp lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.””
Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas yang datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing yang curam, ada tanjakan yang melenakan da nada lubang lubang yang muncul diluar dugaan.
Pepohonan, seperti yang di ucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu  tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan dan lubang jebakan.


“ Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apapun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”
MELIHAT YANG TIDAK ADA

Seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp. 10.000 . Dia begitu sedihnya dan menangisnya sejadi jadinya. Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
 “ Kenapa kamu menangis?” Tanya pamanya dengan penuh kasih saying.” Uang saya hilang. Rp 10.000.” katanya sambil terisak isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yach…paman kasih Rp.10.000 buat kamu. Jangan menangis yah! “ kata pamanya sambil menyerahkan selembar uang Rp.10.000. Namun, si anak tetap saja menangis. Kenapa ?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah di ganti ?” Tanya pamanya.
“ Kalau tidak hilang uang saya sekarang Rp.20.000.” kata anak itu dan terus menangis
Pamanya bingung….


“Terserah kamu saja dech…”,katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
Kenapa saying? Kenapa menangis sich. Lihat mata kamu. Sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah ?” tanyanya sambil menghapus air mata anaknya.
Uang saya hilang Rp.10.000.” kata anaknya mengadu. “ Oooohhh. Lho  itu punya uang Rp. 10.000? katanya hilang?” Tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp.10.000
“ini dari paman..uang saya hilang.kalau tidak hilang saya punya Rp.20.000.” jawabnya si anak sambil menangis.” Sudahlah…nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar.  Ayah kasih kamu Rp.20.000. Jangan menangis lagi ya!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp.20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“ Kenapa masih menangis saja ? kan sudah di ganti?” kalau tidak hilang uang saya Rp.40.000.”
Ayahnya hanya geleng geleng kepala.
“ Kalau gitu di kasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” Sambil mengendong anaknya.
Kisah ini nyata? Tidak juga, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataanya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia merasa kurang padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah dia terima.

Banyak orang mengeluh tidak bisa bisnis, sebab dia tidak punya uang untuk modal. Padahal modal hanyalah salah satu yang di perlukan dalam bisnis. Bisa jadi dia sudah punya waktu , punya tenaga , dan punya ilmu untuk bisnis. Namun dia tidak juga bertindak sebab dia hanya focus melihat kekurangan, bukanya bertindak dengan memanfaatkan apa yang ada.

Kamis, 16 Februari 2017

CUKUP ITU BERAPA ?



Cerita Seorang Petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat Petani menjadi kaya raya seberapapun yang di inginkanya, sebab kucuran emas itu baru akan berhenti bila si Petani mengucapkan kata “ Cukup” seketika si Petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Di ambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si Petani mengisi semua karungnya, seluruh tempatnya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang!
                Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakanya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
Kata yang sulit di ucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaanya masih di bawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak anaknya mengangap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa di ucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “ Cukup” jangan di artikan sebagai kondisi stagnasi, Mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.


Belajarlah untuk berkata “ Cukup “  mensyukuri apa yang sudah di dapatkan
                                                            
                                         Baut dan Mur


 Pagi ini saya cukup disibukkan dengan NGAMBEKNYA kendaraan ini, Papan Plat Nomor mengantung di karenakan salah satu MURnya menghilang!!!. Walau agak merepotkan tapi akhirnya saya berhasil mendapatkan MUR pengganti.

Baut itu saya pasang di bagian depan Papan plat nomor, sedangkan MUR itu saya pasangkan di bagian belakangnyadengan mengunakan obeng, saya memutar baut itu searah jarum jam. Tiap kali saya memutarnya , mur seakan akan bergerak ke depan dan lama kelamaan mulai memperkecil jarak antara ujung baut dan mur. Walhasil, baut dan mur berikatan erat megapit papan plat nomor dengan kencang; saking kencangnya saya tak mampu lagi memutar baut yang seakan akan sudah di takdirkan untuk berpasangan dengan mur.

Baut dan mur merupakan pasangan mempunyai arah putar beda tapi tujuan sama. Baut di ciptakan dengan alur tertentu agar mudah bagi keduanya untuk memperkecil jarak diantaranya !!!. baut dan mur ini seakan akan menjiplak ILMU TUHAN yang mwnciptakan PRIA dan WANITA dengan segala perbedaan; jangan takut berputar, tuhan telah menciptakan alur kita, tinggal di ikuti saja maka jarak tersebut akan terkikis  dan “ KUN FAYAKUN”Jadilah PASANGAN .


PASANGAN akan tercipta jika MUR atau BAUT itu berputar, dengan kata lain PRIA atau WANITA akan menjadi PASANGAN jika dan hanya jika KEDUANYA ataupun salah satu diantaranya saling mendekati dan rasa rasanya tuhan telah mendesain alur itu sehingga kita tinggal mengikutinya.

 Sekali lagi saya melihat kerah mur dan baut yang baru saya pasang, begitu kencang; Laksana Pasangan yang kompak. Tapi mata saya mampu menangkap PERBEDAAN!!!. Perbedaan itu sengaja di letakkan diantaranya keduanya; mungkin anda bisa menebaknya, perbedaan itu berupa Papan Plat Nomor yang berukuran 3 mm. jadi kesimpulanya” apakah perlu perbedaan itu di ciptakan?”… huff kali ini saya sangat sulit menjawabnya dan kalau pertanyaan itu tetap di lontarkan, maka saya akan balik bertanya” Jika Papan Plat Nomor itu saya hilangkan, maka perbedaan sama dengan NOL , ngapain saya harus pusing-pusing cari MUR dan BAUT ???. Wah TUHAN benar benar hebat ya, telah menjadi arsitek jenius dalam menciptakan manusia yang menjadi tukangnya TUHAN  lah menciptakan Perbedaan sekaligus pengikis perbedaan.

 Sesekali ikatan Mur dan Baut pasti akan kendor, dikarenakan guncangan yang disebabkan oleh khilafnya kendaraan yang tanpa sengaja melewati jalan yang berlubang. Tapi saya tidak khawatir karena kalaupun kendor kan tinggal di kencangin aja . Caranya ? caranya dengan mengigat tujuan awal kenapa kita menjalani hubungan, kalau ini di lakukan, saya yakin MUR dan BAUT itu akan berputar maksimum membuat PAPAN PLAT NOMOR itu sesak nafas dan akhirnya bertekuk lutut pasrah menyerah untuk berontak.


 Saya senang sekali melihat pasangan pasangan manusia itu, saya merasa senang karena saya melihat mereka kaya, kaya akan perbedaan; dan uniknya perbedaan itu ternyata saling melengkapi membentuk keharmonisan. Sehingga kawan sayapun berceletuk” berbeda itu indah dan membuat dunia kita penuh warna.. be colour nice

Rabu, 15 Februari 2017

Penganguran tanpa E mail




Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai “Office boy” di istana Negara , Jakarta . juru bicara Presiden mewawancarai dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai testnya .”kamu di terima,” katanya,” berikan alamat e-mail mu dan saya mengirimkann formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja.”. Laki-laki itu menjawab , tetapi saya tidak mempunyai computer apalagi email”,”maaf” kata juru bicara kalau kamu tidak punya email berarti kamu tidak hidup dan siapa yang tidak bisa hidup tidak bisa bekerja.

Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong.Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan 100.000 Rupiah didalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke pasar minggu dan membeli 10 kg peti tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam. Dia berhasil melipat gandakan modalnya. Dia melakukan tiga kali, dan pulang dengan membawa 300.000 Rupiah dan dia pun sadar kalau dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut .uangnya menjadi lebih banyak 2X sampai 3X lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudia ia memiliki armada kendaraan pengirimanya sendiri.

Lima tahun kemudian, laki laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia, ia mulai merenakan masa depan keluarga dan memutuskanuntuk memiliki asuransi jiwa. Ia menghubungi broker asuransi dan memilih protection plan.sang brokerpun menanyakan alamat emailnya. Laki-laki itu menjawab,” saya tidak punya email “ sang broker punbertanya dengan penasaran
“anda tidak memiliki email” tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah anda bayangkansudah jadi apa anda kalau punya e-mail?”
Laki-laki itu berfikir sejenak lalu menjawab,” ya saya mungkin sudah jadi office boy di istana Negara”

Pesan moral :
1. Internet bukanlah solusi hidup anda
2. kalau anda tidak punya akses internet lalu bekerja keras anda bisa jadi milyuner
3. kalau anda menerima pesan ini melalui email, anda lebih dekat untuk menjadi office boy / girl “ dari pada seorang milyuner hehehe


Have nice day