Minggu, 19 Februari 2017

MELIHAT YANG TIDAK ADA

Seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp. 10.000 . Dia begitu sedihnya dan menangisnya sejadi jadinya. Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
 “ Kenapa kamu menangis?” Tanya pamanya dengan penuh kasih saying.” Uang saya hilang. Rp 10.000.” katanya sambil terisak isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yach…paman kasih Rp.10.000 buat kamu. Jangan menangis yah! “ kata pamanya sambil menyerahkan selembar uang Rp.10.000. Namun, si anak tetap saja menangis. Kenapa ?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah di ganti ?” Tanya pamanya.
“ Kalau tidak hilang uang saya sekarang Rp.20.000.” kata anak itu dan terus menangis
Pamanya bingung….


“Terserah kamu saja dech…”,katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
Kenapa saying? Kenapa menangis sich. Lihat mata kamu. Sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah ?” tanyanya sambil menghapus air mata anaknya.
Uang saya hilang Rp.10.000.” kata anaknya mengadu. “ Oooohhh. Lho  itu punya uang Rp. 10.000? katanya hilang?” Tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp.10.000
“ini dari paman..uang saya hilang.kalau tidak hilang saya punya Rp.20.000.” jawabnya si anak sambil menangis.” Sudahlah…nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar.  Ayah kasih kamu Rp.20.000. Jangan menangis lagi ya!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp.20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“ Kenapa masih menangis saja ? kan sudah di ganti?” kalau tidak hilang uang saya Rp.40.000.”
Ayahnya hanya geleng geleng kepala.
“ Kalau gitu di kasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” Sambil mengendong anaknya.
Kisah ini nyata? Tidak juga, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataanya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia merasa kurang padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah dia terima.

Banyak orang mengeluh tidak bisa bisnis, sebab dia tidak punya uang untuk modal. Padahal modal hanyalah salah satu yang di perlukan dalam bisnis. Bisa jadi dia sudah punya waktu , punya tenaga , dan punya ilmu untuk bisnis. Namun dia tidak juga bertindak sebab dia hanya focus melihat kekurangan, bukanya bertindak dengan memanfaatkan apa yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar